24 C
id

Bila Suami Berzina

Banyak yang curhat di grup ini tentang rumah tangganya. Ada yang suaminya selingkuh sampai selingkuhannya itu hamil, tapi memilih bertahan untuk anak-anak.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَلزَّا نِيْ لَا يَنْكِحُ اِلَّا زَا نِيَةً اَوْ مُشْرِكَةً ۖ وَّ الزَّا نِيَةُ لَا يَنْكِحُهَاۤ اِلَّا زَا نٍ اَوْ مُشْرِكٌ ۚ وَحُرِّمَ ذٰلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ
"Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin."
(QS. An-Nur 24: Ayat 3)
Jadi jika suami selingkuh sampai selingkuhannya hamil, lepaskan saja. Karena di dalam ayat tersebut sudah jelas, hubungan pernikahan di mana salah satu pihak berzina, maka pernikahan tersebut sudah tidak halal lagi di mata Allah. Kecuali jika suami bertaubatan nasuuha dan benar-benar tidak mengulanginya, mungkin istri ada yang bisa memaafkan, silakan.
Tapi, jika sudah terjadi berulang kali, mengapa masih dimaafkan? Hanya membuat hati semakin sakit saja. Apa tujuan berumah tangga? Yakni untuk meraih sakinah yang berarti ketenangan hati, mawaddah artinya penuh cinta, dan rohmah yakni kasih sayang. Bila sudah tidak ada ketentraman, tidak ada cinta dan kasih sayang, untuk apa diteruskan? Toh, Allah sudah tidak meridhoi rumah tangga yang salah satunya pezina. Disebut pezina jika ia telah berhubungan badan berulang kali dengan wanita lain. Baik wanitanya itu saja, atau bergonta-ganti pasangan. Sebagaimana ayat di atas. Kalimat "tidak halal" artinya tidak boleh.
  • Bila kita berpikir logis, jika Allah tidak meridhoi, apakah rumah tangga akan bahagia? Pasti akan menemui kesempitan hidup. Selain itu, nasab anak yang dikandung selingkuhannya, tidak punya bapak secara agama. Jadi, bisa merusak nasab. Lalu, larangan Allah terhadap muslimah menikah dengan lelaki pezina atau muslim dengan wanita pezina, pasti ada alasan di balik larangan tersebut. Tidak takutkah dengan penyakit HIV/AIDS yang bisa menyerang ibu rumah tangga yang tidak bersalah, karena tertular oleh suaminya?
Wahai wanita, tujuan menikah adalah untuk menjemput bahagia. Untuk apa mempertahankan lelaki yang tidak membahagiakanmu?
Sebagai pelajaran juga buat semua wanita, cari laki-laki yang baik agamanya. Jangan memilih karena harta atau rupa. Bila ia sholeh dan bertanggung jawab, ia tak akan tega menyakitimu. Sebab ia tahu, sebaik-baik suami adalah yang paling baik terhadap istrinya, seperti tuntunan Rasulullah yang mengajarkan demikian.
Untuk wanita-wanita yang memutuskan berpisah dengan suami yang telah selingkuh, semoga bertemu dengan lelaki yang baik agamanya. Hatimu berhak untuk bahagia. Tinggalkan mantan suami yang tidak membuatmu bahagia itu. Bila di luar sana ada yang beragama dan bisa membahagiakanmu, untuk apa bertahan dengan lelaki yang terus-terusan menyakitimu. Tak perlu mengingat-ingat masa lalu atau memilih kembali dengan mantan suami yang peselingkuh.
Mungkin banyak yang bertahan demi anak-anak sampai bertahun-tahun, supaya psikologi mereka tidak terganggu. Tapi, apakah psikologisnya juga tidak terganggu bila mengetahui ayahnya selingkuh dan ia memiliki saudara tiri secara biologis (bukan secara agama)?


Memang, semua kembali kepada masing-masing pribadi. Saya hanya menyampaikan ayat Allah bahwa muslimah tidak halal bagi lelaki pezina dan sebaliknya. Ada yang setuju, silakan. Tidak juga tak apa-apa. Karena pro kontra adalah sebuah keniscayaan.
Wallaahu a'lam.
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Banner IDwebhost

Google AdSense

Banner IDwebhost