Breaking News

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Hukum Talak dalam Agama Islam

Hukum Talak dalam Agama IslamIlustrasi cerai: Foto by Freepik

Kuamangmedia.com - Mengenal Hukum Talak dalam Agama Islam yang biasa di sebut keseharian masyarakat indonesia yaitu hukum perceraian atau cerai.

Dalam kehidupan sehari0hari terkadang kita sering di suguhi pendengaran-pendengaran yang kurang baik dalam urusan keluarga, salah satunya adalah kata cerai.

Padahal Pernikahan merupakan janji suci yang harus di jaga oleh setiap pasangan suami istri.

Pengantin pria biasanya akan mengucapkan janji berupa kalimat sighat ta'lik usai sah mengucapkan ijab kabul.

Hal itu sebagai bukti dirinya akan senantiasa menghormati dan menjaga hak sang istri.

Akan tetapi tidak bisa dipungkiri, pernikahan bisa mengalami naik dan turun seperti permaian panjat pinang rapat-rapat.

Kondisi seperti ini umumnya terjadi karena munculnya sebuah masalah, baik itu kecil maupun besar.

Di mana dapat mengadang perjalanan suami istri dalam membangun rumah tangganya.

Jika sudah seperti itu, sudah sewajarnya bila suami dan istri berjuang bersama-sama dalam menghadapi masalah.

Baca juga: Dosa dosa yang dianggap biasa

Sebisa mungkin menghadapi masalah dengan kepala dingin agar bisa di selesaikan secara jernih dan di terima kedua belah pihak.

Namun terkadang permasalahan tersebut justru membawa mereka kepada masalah-masalah lainnya dan tidak melihat adanya titik temu.

Perceraian pun menjadi pilihan bagi kondisi pernikahan yang tidak bisa di selamatkan.

Selain perceraian di Kantor Urusan Agama (KUA), Islam juga mengenal istilah talak.

Hukum Talak dalam Agama Islam

Islam tidak melarang umatnya menjatuhkan talak kepada pasangan jika memang itu tidak bisa di pertahankan lagi dalam perkawaninan. Namun, penting bagi muslim dan muslimah untuk mengetahui hukum talak dalam agama Islam.

Lantas bagaimana islam mengatur dalam hal hukum talak ini?

mari kita simak penjelasan tentang hukum talak dalam agama Islam yang perlu di ketahui dan pahami?


Talak dalam Islam:

Talak dalam Islam atau perceraian itu di benci oleh Allah SWT, namun Islam tetap memperbolehkan.

Tentu saja dengan syarat dan ketentuan yang jelas. Apabila pernikahan lebih banyak mudarat-nya, di anjurkan berpisah.

Perlu di ketahui, sebuah kebanggaan besar bagi setan ketika berhasil membuat pasangan bercerai. Hal ini pernah di sampaikan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW:

"Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut), kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, "Aku telah melakukan begini dan begitu". Iblis berkata, "Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatu pun". Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, "Aku tidak meninggalkannya hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya". Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, "Sungguh hebat engkau"." (HR Muslim no 2813).

Akan tetapi bila pasangan suami istri hanya berlandaskan nafsu sesaat dan tipu daya setan, sebaiknya mencoba mempertahankan rumah tangga.

Ada solusi yang telah di berikan oleh Allah SWT untuk bisa mencapai suatu perdamaian, yakni dengan cara talak atau cerai.

Bahkan dalam Islam sendiri, talak tidaklah di larang. Seperti di jelaskan dalam salah satu hadis Rasulullah SAW yang artinya:

"Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda: 'Perbuatan halal yang paling dibenci Allah ialah cerai'." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Pengertian Talak:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), talak adalah perceraian antara suami dan istri; lepasnya ikatan perkawinan. Di kutip melalui Jurnal Media Syari’ah, Vol. 20, No. 1, 2018 yang berjudul Konsep Talak Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah (Analisis Waktu dan Jumlah Penjatuhan Talak) oleh Jamhuri dan Zulfa, menurut al-Zuhaili, talak merupakan melepas ikatan pernikahan dengan kata talak (cerai) atau yang sejenisnya.

Menurut Sayyid Salim, talak secara syariat berarti melepaskan ikatan pernikahan atau memutuskan hubungan pernikahan saat itu juga atau di kemudian waktu dengan lafaz tertentu.

Melansir dari New Age Islam, talak artinya cerai dan tafwid atau tafweez artinya mendelegasikan.

Dalam Islam, seorang suami dapat mendelegasikan hak cerai kepada istrinya atau orang ketiga.

Perceraian yang di delegasikan ini di kenal sebagai Talaq - e-Tafweez juga di eja sebagai Talaq -i-Tafwid. Pendelegasian ini bisa di lakukan pada saat menikah dengan cara perjanjian pranikah dengan atau tanpa syarat.

Sedangkan, takrif talak menurut Bahasa Arab adalah 'melepaskan ikatan'. Artinya yaitu melepaskan ikatan pernikahan.

Tujuan pernikahan sendiri dalam islam menurut Fiqh Islam oleh H. Sulaiman Rasjid adalah untuk hidup dalam pergaulan yang sempurna, jalan mulia untuk mengatur rumah tangga dan keturunan serta sebagai tali persaudaraan yang menjadi jalan yang membawa satu kaum untuk saling tolong-menolong.

Baca juga: Aplikasi Pinjaman Online Indodana

Jika pernikahan yang di lakukan tidak bisa memenuhi tujuan yang telah disebutkan sebelumnya, maka akan mengakibatkan berpisahnya suatu keluarga terutama suami istri.

Hukum Talak dalam Islam

Menilik dari kemaslahatan dan kemudaratannya, maka hukum talak dalam Islam di bagi menjadi empat, meliputi:

1.Wajib

Hukum talak menjadi wajib saat terjadi perselisihan antara suami istri. Sedangkan dua hakim yang mengurus perkara keduanya sudah memandang perlu supaya keduanya bercerai.

2. Sunat

Apabila suami sudah tidak sanggup lagi membayar dan mencukupi kewajibannya (nafkah) atau perempuan tidak menjaga kehormatan dirinya.

Hadis dari Ibnu Abbas:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ إِنَّ عِنْدِى امْرَأَةً هِىَ مِنْ أَحَبِّ النَّاسِ إِلَىَّ وَهِىَ لاَ تَمْنَعُ يَدَ لاَمِسٍ. قَالَ (طَلِّقْهَا). قَالَ لاَ أَصْبِرُ عَنْهَا. قَالَ (اسْتَمْتِعْ بِهَا)

Artinya:

"Telah datang seorang laki-laki pada Rasulullah SAW, dia mengadu: Aku memiliki seorang istri, dia adalah orang yang paling aku cintai, dia tidak menolak tangan orang yang menyentuhnya. Nabi bersabda, 'Ceraikanlah dia'. Laki-laki itu menjawab, 'Aku tidak bisa jauh darinya'. Nabi bersabda, 'Bersenang-senanglah dengan dia'."

3. Haram (bid’ah)

Ada dua keadaan yang menyebabkan talak menjadi haram hukumnya, yakni menjatuhkan talak ketika istri dalam keadaan haid dan menjatuhkan talak sewaktu suci yang telah di campurinya dalam waktu suci itu.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:

"Suruhlah olehmu anakmu supaya dia rujuk (kembali) kepada istrinya itu, kemudian hendaklah dia teruskan pernikahan itu sehingga ia suci dari haid, kemudian ia haid kembali, kemudian suci pula dari haid yang kedua itu. Kemudian jika ia menghendaki, boleh ia teruskan pernikahan sebagaimana yang lalu atau jika menghendaki, ceraikan ia sebelum di campuri. Demikian iddah yang di perintahkan Allah supaya perempuan di talak ketika itu." (Mutafaqun ‘alaih)

4. Makruh

Yaitu hukum asal yang telah di sebutkan sebelumnya, yaitu perbuatan halal yang di benci oleh Allah SWT.

Lafaz Talak / Ucapan

Lafaz Talak adalah talak yang di ucapkan seorang suami, dalam hal ini terdapat dua macam kalimat talak yang di gunakan antara lain:

1. Sharih (yang jelas)

Sharih ini berarti ucapan talak yang di ucapkan secara jelas, misalnya 'engkau saya talak'. Kalimat tersebut menunjukkan ketidakraguan lagi bahwa yang di maksud adalah memutuskan ikatan perkawinan.

Kalimat yang sharih (terang) tidak perlu dengan niat. Berniat atau tidak berniat keduanya terus bercerai, asal perkataan nya itu bukan hikayat.

2. Kinayah (sindiran)

Sedangkan yang di maksud dengan lafaz kinayah adalah lafaz yang sebenarnya tidak di gunakan untuk talak, tetapi dapat di gunakan untuk mentalak istri, seperti 'aku melepaskanmu'.

Talak yang di ucapkan dengan kinayah, talak tersebut di perlukan niat dari suami agar sah talaknya. Apabila tidak di niatkan untuk perceraian nikah, tidaklah menjadi talak

Hikmah Ilmu

Dari berbagai macam persoalan yang ada di dunia ini, tidak terlepas dari ilmu yang bermanfaat, karena tanpa adanya ilmu yang bermanfaat maka kejadian di atas bisa di perkecil hanya karena sebuah perbedaan dan ekonomi.

Umat Islam sebaiknya tidak pernah berhenti menuntut ilmu, mulai dari syariat hingga mahrifat agar nikmat dan indahnya islam dapat di rasakan secara benar.

Jadikanlah keluargamu sebagai ladang ibadah dan ladang amal untuk dirimu serta keluargamu agar kelak kamu selalu mendapatkan syafa'at dari Baginda Nabi dan Nikmatnya Ridho-Nya Allah Subhaanahu wa ta'ala.

Bacalah Kisah Sahabat Penghuni Surga karena Tak Punya Hasad dan Iri Hati

Wallahu'alam

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom